Meningkatkan Profitabilitas dengan Multi-Warehouse Inventory untuk Biji Kopi
Oleh Ops Manager BeanHub
Masalah klasik roastery yang mulai bertumbuh adalah sinkronisasi stok antara gudang utama dan cabang kedai (cafe). Seringkali, gudang mencatat masih ada sisa stok kopi *House Blend* sebanyak 10 kg, namun saat dicek di cabang cafe, kopi tersebut sudah habis digunakan. Ketidaksesuaian ini menyebabkan kebocoran profit yang tersembunyi.
Tantangan Manajemen Stok Konvensional
- Pencatatan Terpisah: Bagian *roasting* memakai Excel A, bagian cafe memakai Excel B. Tidak ada koneksi *real-time*.
- Proses Transfer Manual: Saat barang dikirim dari gudang utama ke cafe, admin harus menginput dua kali: barang keluar dan barang masuk. Rentan *human error*.
- Missing Ingredient (Packaging): Stok biji kopi ada, namun stok kemasan atau katup (*valve*) habis, sehingga proses *packaging* terhenti.
Solusi: Arsitektur Multi-Warehouse
Dengan sistem Multi-Warehouse Inventory, Anda dapat mendefinisikan lokasi fisik secara spesifik. Misalnya: "Gudang Green Bean", "Ruang Roasting", dan "Cafe Cabang A".
Kelebihan Menggunakan BeanHub OS
Setiap kali Anda menekan tombol "Selesaikan Roasting" pada aplikasi BeanHub, sistem akan otomatis mengurangi stok *Green Bean* di gudang secara proporsional sesuai tingkat susut, dan menambahkan stok *Roasted Bean* baru yang sudah jadi. Kemudian, Anda bisa memindahkan stok tersebut ke lokasi "Cafe Cabang" hanya dengan 1 klik, dengan pelacakan *real-time*.